TUGAS ETIKA BISNIS

 

CYMERA_20141026_093051CYMERA_20141026_093808CYMERA_20141026_094355

Bab 8

PERIKLANAN DAN ETIKA

          Periklanan atau reklame adalah bagian tak terpisahkan dari bisnis modern, Iklan justru dianggap cara ampuh untuk menonjol dalam persaingan, Dalam perkembangan periklanan, media komunikasi modern – media cetak maupun elektronis, tapi khususnya televisi memegang peranan yang dominan. Fenomena periklanan ini menimbulkan peranan yang cukup dominan dari masa yang berbeda.

Perhatian besar akan diberikan kepada dua topik pada etika yang minta analisis dan penjelasan khusus tentang periklanan dan etika yaitu dua persoalan etis ini sering kali terkait, tetapi harus dibicarakan tersendiri, yang pertama menyangkut kebenaran dalam iklan. Mengatakan yang benar merupakan salah satu kewajiban etis yang penting. Rupanya dalam iklan kewajiban ini kerap kali tidak di gubris, Persoalan etis yang kedua (tapi tidak terlepas yang pertama tadi) adalah manipulasi publik yang menurut banyak pengamat berulang kali dilakukan melalui upaya periklanan padahal, menghormati otonomi manusia merupakan suatu prinsip etis yang mendasar.

  1. FUNGSI PERIKLANAN

Seperti sudah yang diisyaratkan tadi, dunia bisnis sendiri sering berbicara tentang periklanan seolah olah fungsinya yang utama adalah menyediakan informasi, Sedangkan dalam dunia konsumen (khususnya mereka yang lebih kritis) periklanan terutama dilihat sebuah usaha promosi.

Iklan tentang produk yang ada banyak merknya akan mempunyai unsure persuasive yang lebih menonjol, seperti iklan tentang pakaian, makanan, rumah. Iklan seperti itu justru berusaha bersaing dengan produk lain.

Tercampurnya unsur informatif dan unsur persuasif dalam periklanan membuat penilaian, etis terhadapnya menjadi lebih kompleks, seandainya iklan semata – mata informatif atau semata – mata persuasif, Tugas etika disini bisa menjadi lebih mudah.

  1. PERIKLANAN DAN KEBENARAN.

Iklan mempunyai unsur promosi. Iklan merayu konsumen. Iklan ingin mengiming imingi calon pembeli.karena itu bahasa periklanan mempergunakan retorika tersendiri. Ia menandaskan bahwa produknya adalah yang terbaik atau nomer satu dibidangnya. Bahasa periklanan pada umumnyasarat dengan superlative dan hiperbol.

Iklan bukan saja menyesatkan dengan berbohong,tetapi juga dengan tidak mengatakan seluruh kebenaran .bisa dimengerti juga bahwa dalam iklan sebuah produk satu terhadap produk lain yang pasyi ada tidak perlu masuk dalam iklan.

Setelah menyelidiki  masalah sekitar  periklanan dan kebenaran , perlu kita simpulkan , sulit untuk ditarik garis perbatasan  yang  tajam  antara “melebih lebihkan” dan “berbohong”.

  1. Manipulasi dengan periklanan

Masalah kebenaran terutama berkaitan dengan segi informative dari iklan (tapi tidak secara eksklusif), sedangkan masalah manipulasi terutama berkaitan dengan segi persuasive dari iklan (tapi tidak terlepas juga dari segi informatifnya). Dengan “manipulasi” kita maksudkan: mempengaruhi kemauan orang lain sedemikian rupa, sehingga ia menghendaki atau menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak dipilih oleh orang itu sendiri.

4. Pengontrolan terhadap iklan

Karena kemungkinan dipermainkannya kebenaran dan terjadinya manipulasi merupakan hal-hal rawan dalam bisnis periklanan, perlulah adanya control tepat yang dapat mengimbangi kerawanan tersebut. Ada tiga cara pengontrolan, antara lain:

  • Kontrol oleh pemerintah

Disini terletak suatu tugas penting bagi pemerintah yang harus melindungi masyarakat konsumen terhadap keganasan periklanan. Di Amerika Serikat ada komisi yang mengawasi yaitu Food and Drug Administration dan Federal Trade Commission. Di Indonesia iklan tentang makanan dan obat diawasi oleh Direktorat jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dari Departemen Kesehatan.

  • Kontrol oleh para pengiklan

Cara paling ampuh untuk menanggulangi masalah etis tentang periklanan adalah pengaturan diri (self-regulation) oleh dunia periklanan. Biasanya hal itu dilakukan dengan menyusun sebuah kode etik, sejumlah norma dan pedoman yang disetujui oleh profesi periklanan itu sendiri, khususnya oleh asosiasi biro-biro periklanan.

  • Kontrol oleh masyarakat

Masyarakat luas tentu harus diikutsertakan dalam mengawasi mutu etis periklanan. Dalam hal ini suatu cara yang terbukti membawa banyak hasil dalam menetralisasi efek-efek negatif dari periklanan adalah mendukung dan menggalakkan lembaga-lembaga konsumen.

  1. PENILAIAN ETIS TERHADAP IKLAN

Refleksi tentang etika periklanan ini mengingatkan kita bahwa penalaran moral selalu harus bernuansa dengan menyimak dan menilai situasi konkret. Prinsip – prinsip etis yang penting dalam konteks periklanan sudah dipelajari sebelumnya (tidak boleh berbohong, otonomi manusia harus dihormati). Dalam pasal terakhir ini kita memandang 4 faktor berikut yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan prinsip – prinsip tersebut, jika kita ingin membentuk penilaian etis yang seimbang tentang iklan: maksud si pengiklan, isi iklan, keadaan publik yang tertuju dan kebiasaan dibidang iklan.

  •  Maksud si pengiklan

Apa yang dimaksud si pengiklan??? jika maksud si pengiklan tidak baik, dengan sendirinya moralitas iklan itu menjadi tidak baik juga. Jika si pengiklan tahu bahwa produk yang di iklankan merugikan konsumen atau dengan sengaja ia menjelekkan produk dari pesaing, iklan menjadi tidak etis.

  • Isi iklan

Menurut isinya iklan harus benar dan tidak boleh mengandung unsur yang menyesatkan. Iklan tentang hal yang tidak bermoral, dengan sendirinya menjadi tidak etis.

  • Keadaan publik yang tertuju

Yang dimengeti disini dengan publik adalah orang dewasa yang normal dan mempunyai informasi yang cukup tentang produk atau jasa yang di iklan kan. Dalam setiap masyarakat terdapat orang naif, tetapi janganlah mereka diambil sebagai patokan untuk menilai moralitas iklan. Namun demikian perlu diakui bahwa mutu publik sebagai keseluruhan bisa sangat berbeda. Dalam masyarakat dimana taraf pendidikan rendah dan terdapat banyak orang sederhana yang mudah tertipu. Tentu harus dipakai standart lebih ketat daripada dalam masyarakat dimana mutu pendidikan rata – rata lebih tinggi atau standar ekonomi lebih maju.

  • Kebiasaan dibidang periklanan

Periklanan selalu dipraktekkan dalam rangka suatu tradisi. Dalam tradisi itu orang sudah biasa dengan cara tertentu disajikan iklan. Sudah ada aturan main yang disepakati secara empiris dan yang sering tidak dapat dipisahkan dari etos yang menandai masyarakat itu. seperti halnya juga dibidang – bidang lain, tradisi itu menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI 2014

 MANAJEMEN STRATEGI

PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Beberapa pakar dalam ilmu manajemen mendefinisikan manajemen strategis  dengan cara yang berbeda-beda. Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen  strategis sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Definisi ini menggambarkan dua elemen utama manajemen strategis.  Pertama, manajemen strategis dalam sebuah perusahaan berkaitan dengan  proses yang berjalan: analisis, keputusan, dan tindakan. Manajemen strategis berkaitan dengan bagaimana manajemen menganalisis sasaran strategis (visi, misi, tujuan) serta kondisi internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan.

Tugas pertama dalam manajemen strategis pada umumnya adalah kompilasi dan penyebarluasan pernyataan misi. Aktivitas ini mendokumentasikan kerangka dasar organisasi dan mendefinisikan lingkup aktivitas yang hendak dijalankan oleh organisasi. Setelah itu, organisasi bersangkutan akan melakukan pemindaian lingkungan untuk membangun keselarasan dengan pernyataan misi yang telah dibuat.

Pembentukan strategi adalah kombinasi dari tiga proses utama sebagai berikut:

  • Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing, baik internal maupun eksternal, baik lingkungan mikro maupun makro.
  • Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.

 HM-CheesePERUSAHAAN WARALABA (FRANCHISE) McDonald’s

PT. REKSO NASIONAL FOOD

 Profil Perusahaan

McDonald’s Corporation NYSE: MCD  (di Indonesia terkenal dengan sebutan McD, dibaca Mek-di) adalah rangkaian rumah makan siap saji terbesar di dunia. Hidangan utama di restoran-restoran McDonald’s adalah hamburger, namun mereka juga menyajikan minuman ringan, kentang goreng, filet ayam dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada. Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas.

Restoran McDonald’s pertama didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, namun kemudian dibeli oleh Ray Kroc dan diperluas ke seluruh dunia.

Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.

Restoran McDonald’s pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991. Berbeda dari kebanyakan restoran McDonald’s di luar negeri, McDonald’s juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia.

Pada 1 Oktober 2009 McDonald’s berubah menjadi Tony Jack’s Indonesia tetapi tidak seluruh gerai McDonald’s. Terdapat 13 gerai McDonald’s milik Bambang Rachmadi yang berubah antara lain berlokasi di Sarinah (Thamrin), Melawai Plaza, Blok M Plaza, Arion, Kelapa Gading, Sunter, Bandung Indah Plaza, Plaza Surabaya, Bandara Soekarno-Hatta, ITC Mangga Dua, Citra Land, Gajah Mada Plaza, dan Kebon Jeruk. Tak lama kemudian, pada tahun 2010 Tony Jack’s Indonesia bangkrut dan diambil ahli oleh McDonald’s.

Taktik Perusahaan

  1. Memperkenalkan produk-produk  melalui berbagai macam media. seperti cetak dan televisi.
  2. Mengembangkan website yang berisi info terbaru tentang produk terbaru.
  3. Mengedukasi masyarakat serta berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
  4. Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
  5. Memberikan pelayanan yang terbaik.

Visi Perusahaan

Visi McDonald’s adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald’s selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Bagi McDonald’s, senyum setiap pelanggan adalah hal terpenting.

Misi

1.     Menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan kami di setiap komunitas di seluruh dunia.

2.      Menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap pelanggan kami di setiap restoran cabang McDonald’s.

.     Terus mengalami perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.
Tujuan.

Mempersembahkan restoran dengan tampilan dan desain yang termodern dan sesuai dengan tren masa kini, dan memberikan suasana yang menyenangkan dengan tempat duduk yang nyaman dengan terus melakuan peremajaan  restoran, menyajikan produk berkualitas tinggi yang paling digemari oleh pelanggan dengan kecepatan dan keramah tamahan yang tak tertanding.

Segmentasi Pasar

Produk Mc. Donald ini dijual pada semua kalangan dan lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Target Pasar

Seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

 

MARKETING MIX PERUSAHAAN

Product

Mempunyai suatu differensiasi dan kualitas yang lebih baik.

 Price

Harga yang terjangkau.

Place

Lokasi Mc. Donald sudah tersebar di berbagai negara dan untuk di Indonesia sendiri sudah tersebar di banyak kota.

Promotion

Menggunakan iklan di semua media dan promo.

ANALISA SWOT                                  

KUESIONER INTERNAL FACTOR ANALYSIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI KEKUATAN (STRENGTH)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor
Menghemat waktu     4

0,16

    3

0,48

Memiliki cabang hampir di seluruh kota di Indonesia     3

0,13

    3

0,39

Adanya pelayanan pesan antar (Thru Delivery)     4

0,16

    4

0,64

Pilihan produk yang banyak     4

0,16

    4

0,64

Mainan gratis untuk pembelian product tertentu sehingga menarik minat anak – anak untuk membeli

3

0,13

3

0,39

Pelayanan 24 jam

3

0,13

3

0,39

Free Wifi

3

0,13

3

0,39

TOTAL

24

1

23

3,32

Ukuran Pembobotan                                                   Ukuran Rating

1 = Sedikit penting                                                      1 = Sedikit kuat

2 = Agak penting                                                         2 = Agak kuat

3 = Penting                                                                   3 = Kuat

4 = Sangat penting                                                      4 = Sangat kuat

KUESIONER INTERNAL FACTOR ANALYSIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI KELEMAHAN (WEAKNESS)

Faktor Strategis    Nilai  Bobot   Rating   Skor
MCD hanya menjual produk-produk yang bersifat junkfood, yang dinilai oleh sebagian besar masyarakat kurang baik untuk kesehatan     3   0,33      3   0,99
Sebagian besar produk-produk yang di tawarkan oleh MCD berbahan dasar  ayam, dimana bahwa ayam atau unggas itu adalah hewan yang rawan terkena penyakit yang membayahakan manusia yang mengkonsumsinya     4   0,44      4   1,76
Adanya product tertentu yg hanya bisa dibeli pada jam tertentu, misalnya menu sarapan yg hanya bisa dinikmati pada jam 05.00 – 11.00     2   0,22      2   0,44
TOTAL     9   0,99     9   3,19

Ukuran Pembobotan                                                   Ukuran Rating

1 = Sedikit penting                                                       -1 = Sedikit Lemah

2 = Agak penting                                                          -2 = Agak Lemah

3 = Penting                                                                   -3 = Lemah

4 = Sangat penting                                                      -4 = Sangat Lemah

KUESIONER INTERNAL FACTOR ANALYSIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI PELUANG (OPPORTUNITY)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor
Adanya penjualan online
sehingga memberikan kemudahan bagi pelanggan

3

0,25

2

0,5

Mengembangkan pangsa pasar secara terus
menerus

3

0,16

2

0,32

Penggunaan teknologi untuk mempengaruhi strategi pendapatan

3

0,25

3

0,75

Makanan praktis dan siap
saji untuk masyarakat

2

0,16

2

0,32

Adanya minat masyarakat
terhadap makanan siap saji

2

0,16

3

0,48

TOTAL

13

0,98

12

2,37

Ukuran Pembobotan                                                   Ukuran Rating

1 = Sedikit penting                                                      1 = Sedikit Berpeluang

2 = Agak penting                                                         2 = Agak Berpeluang

3 = Penting                                                                  3 = Berpeluang

4 = Sangat penting                                                      4 = Sangat Berpeluang

KUESIONER INTERNAL FACTOR ANALYSIS STRATEGI UNTUK MENGETAHUI ANCAMAN (THREATS)

Faktor strategis   Nilai  Bobot  Rating   Skor
Persaingan yang semakin ketat     2

0,2

    3   0,6
Persamaan strategi pemasaran
dengan perusahaan lain
    2

0,2

    2   0,4
Adanya opini mengenai makanan cepat saji dengan masalah obesitas     3

0,3

    3   0,9
Adanya ancaman dari
kompetitor lokal di negara lain
    3

0,3

    3   0,9
TOTAL    10

1

   11   2,8

Ukuran Pembobotan                                                   Ukuran Rating

1 =Sedikit penting                                                      -1 = Sedikit Mengancam

2 =Agak penting                                                         -2 = Agak Mengancam

3 =Penting                                                                  -3 = Mengancam

4 =Sangat penting                                                      -4 = Sangat Mengancam

 

ANALISIS MATRIKS SWOT

Analisa Fakor Total Skor
Strength 3,32
Weakness 3,19
Opportunity 2,37
Treath 2,8

Perhitungan Koordinat dari analisis Internal

Sumbu X = (skor strength-skor weakness) : 2

= (3,32 – 3,19):2

= 0,13 : 2

= 0,065 = 0,07

Perhitungan koordinat dari analisis Eksternal

Sumbu Y = (skor opportunity – skor treaths) : 2

= (2,37 – 2,8) : 2

=  -0,43 : 2

=  -0,215 = -0,22

Jadi posisi perusahaan berada pada titik koordinat di ( 0,07 : -0,22)

 DIAGRAM

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal sumbu X dan sumbu Y maka posisi unit usaha diketahui pada kuadrat I. hasil dari perhitungan masing-masing kuadrat dapat digambarkan pada table sebagai berikut :

KUADRAT POSISI TITIK LUAS MATRIK RANGKING PRIORITAS STRATEGI
I ( 3,71 ; 2,37 ) 8,79 3 Growth
II ( 3,66 ; 2,37 ) 8,67 4 Stabilitas
III ( 3,71 ; 3,48 ) 12,91 1 Penciutan
IV ( 3,66 ; 3,48 ) 12,73 2 Kombinasi

Keterangan :

  • Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
  • Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  • Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
  • Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

 

STRATEGI BISNIS UNIT

Tahapan berikutnya adalah menentukan alternatif strategi bisnis unit berdasarkan letak posisi kuadran. Berdasarkan pada diagram matrik SWOT diatas,  McDonald’s terletak pada kuadran III. Masing-masing jenis strategi perkembangan bisnis unit dapat di gambarkan pada diagram matrik strategi umum berikut ini :

SU

Posisi McDonald’s terletak pada kuadran III dan menggunakan strategi umum Diversifikasi Horisontal, yaitu jaringan industri yang ada dapat digunakan untuk memasarkan produk baru ke pelanggan yang ada. Penjelasan alternatif strategi yang dipilih adalah sebagai berikut:

PRIORITAS:

McDonalds bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan minuman ternama untuk minuman pendamping produk makanan yang dihasilkan

 

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN :

– Menciptakan inovasi baru

– Meningkatkan kualitas pelayanan

OUTPUT:

OUTCAME

–          Meningkatnya hasil penjualan produk

–          Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan

 

IMPACT

Meningkatkan laba perusahaan dan nama perusahaan yang semakin baik di mata konsumen,